Deprecated: Optional parameter $panel declared before required parameter $sections is implicitly treated as a required parameter in /home/pmikmesi/public_html/wp-content/themes/diksia/core/customizer/class-customizer.php on line 42
Diary PMIK II: Melebur Hati di Setiap Temu Jum’at – PMIK MESIR
DIARY PMIK

Diary PMIK II: Melebur Hati di Setiap Temu Jum’at

Kami adalah satu kesatuan dari beberapa individu yang awalnya tidak saling mengenal. Mulai dari tujuan yang sama, pada akhirnya Allah pertemukan kami di tempat yang tidak disangka sebelumnya.

Sebagaimana manusia jaim pada umumnya, kurang lebih hubungan kami di awal seperti anak ayam yang baru saja menetas dari telurnya. Rasanya canggung, kami hanya bisa saling menebak tanya dari tatapan mata dan takaran tawa. Namun, lihatlah hari demi hari, pekan demi pekan, pertemuan demi pertemuan. Akhirnya, kami mencoba untuk saling terbuka. Mencoba mengawali tegur sapa dan berbagi rasa demi menghadirkan kehangatan.

Kembali pada tujuan awal kami yaitu “Bumikan pustaka, ciptakan insan cendikia”. Sebuah motto yang bukan hanya sekadar semboyan biasa di PMIK, tetapi juga mampu menjadi pegangan kami untuk senantiasa membumikan pustaka di negeri kinanah ini, guna mengayomi dan menjadikan PMIK sebagai tempat pulang paling nyaman bagi setiap pegiat literasi serta memberikan wadah bagi masisir yang ingin menjadi insan cendikia kelak di masa yang akan datang.

Kami mencoba untuk saling melebur hati dengan mengadakan pekan pertemuan, tepatnya setiap hari Jumat. Sekaligus merancang ide dan rencana untuk ke depannya. Dari jam sepuluh pagi sampai jam empat sore. Di antara pembahasan kami pada hari itu “Pemilihan nama angkatan dan pelatihan resensi buku”.

Karena kami adalah staf PMIK, setiap dari kami mengusulkan nama angkatan beserta filosofinya. Jika di lihat-lihat, ternyata yang paling banyak memberi usulan itu banin. Ah, memang sudah semestinya seperti itu. Ada enam usulan nama yang mungkin akan sangat membekas di hati kami, jika salah satunya terpilih.

Nah, berikut ini adalah usulan nama angkatan beserta artinya ya :

  1. Samudera

Kenapa samudera? Agar PMIK menjadi tempat ilmu seluas samudera. Nama ini diusulkan oleh Farhan dari bagian Binadata. Sangat keren bukan? Seolah-olah ilmu tiada habisnya di tempat ini.

  1. La Tansa

La Tansa artinya menjadikan PMIK tidak di lupakan oleh masisir serta di dalam mempererat ikatan kekeluargaan staf PMIK. Nama La Tansa ini diusulkan oleh Gaza dari bagian Binadata. Baiklah, kita buat PMIK ini menjadi tempat yang paling membekas di hati siapa pun.

  1. Bukunest/Buknest

Bukunest atau buknest bermakna sarang buku. Tempat berkembang dan bertumbuhnya orang-orang yang mencintai literasi dan perpustakaan.

 

  1. Litspark

Lit merupakan singkatan dari Literasi dan Spark yang berarti percikan awal masisir mencintai literasi. Buknast dan Litspark ini diusulkan oleh Fadhil Karimi dari bidang strata. Cukup bersemangat sekali ya staf kami satu ini.

  1. Archivist

Archivist yang berarti tempat penyediaan buku dan inventaris. Nama ini diusulkan oleh Yahya dari bagian Biohara. Jika di lihat dari namanya sangat unik dan menarik sekali ya sobat PMIK.

  1. Petrikor

Petrikor artinya bau yang tercium setelah hujan. Ini diibaratkan sebagai tujuan seseorang di dunia literasi. Nama sekaligus usulan terakhir ini dari Rahmat bagian Piar alias publikasi dokumentasi.

Setelah semua selesai mempresentasikan setiap usulan nama, barulah tahap selanjutnya mem-voting secara bersama. Kira-kira usulan siapa yang akan terpilih untuk nama kabinet tahun ini? Menurut kami, semuanya bagus, unik, dan menarik. Namun, kita hanya di beri kesempatan untuk memilih satu nama. Ternyata yang terpilih adalah Litspark, usulan dari Fadil Karimi. Karena paling mendekati dan selaras dengan semboyan PMIK. Semoga dengan adanya wajah baru di PMIK bisa menjadi langkah awal untuk senantiasa membersamai tumbuh dan hidupnya minat literasi di kalangan masisir.

Nama pun disahkan. Tepuk tangan beriringan guna mengapresiasi kesepakatan yang telah kami ambil hari ini.

Eh, tapi tidak berhenti di sini. Selain pemilihan nama untuk kabinet, kami juga mencoba meluapkan isi hati dalam sesi curhat antar staf. Kami bertukar rasa dan cerita. Memperkenalkan diri dan karakter masing-masing. Disini ada yang unik, salah satu di antara kami memberikan solusi atau se-fruit tips biar tidak jaim dengan lawan ngobrol, apalagi teman yang sudah dianggap keluarga sendiri. “Kalau kamu ingin lebih dekat dengan temanmu, selain mengenali diri sendiri coba kenali karakternya. Jangan lupa sambung pengenalannya pakai teknik traktir tho’am,” sontak semua tertawa. Meski terlihat bercanda, tapi begitulah caranya untuk saling melebur. Menambah sedikit bumbu humor di antara keseriusan.

Kami akhiri pertemuan pekan ini dengan pelatihan kepenulisan Resensi Buku yang dibawakan oleh bang Moehib selaku  IKPMIK.  Karena resensi buku adalah salah satu teknik untuk mengingat isi dari sebuah buku. Mulai dari Hook, Blurbs ala-ala, alur atau plot twits dari alur cerita, evaluasi buku, terakhir sedikit dibumbui dengan merekomendasikan buku. Hmm, sangat asyik kan? Seolah-olah hanya ingin hidup dengan buku saja. Sebab buku adalah penawar bagi setiap luka dan derita.

Untuk menutup sore menjadi moment yang lebih bermakna,  makan bersama pun menjadi pelicin kegiatan di hari itu. Sebab logika tanpa logistik itu anarkis ya. Hehe. Kami pun pulang dengan perasaan kenyang dan senang.

Jika ditanya, hal apa yang akan paling dirindukan? Mungkin kebersamaan kami di PMIK.

 

Penulis : Reenummi

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.