Deprecated: Optional parameter $panel declared before required parameter $sections is implicitly treated as a required parameter in /home/pmikmesi/public_html/wp-content/themes/diksia/core/customizer/class-customizer.php on line 42
Diary PMIK I: Silaturrahmi ke Rumah Abangda Adit – PMIK MESIR
DIARY PMIK

Diary PMIK I: Silaturrahmi ke Rumah Abangda Adit

Silaturrahmi IKPMIK

Rabu, 04 September 2024—Senja merah mulai menyelimuti langit Aslan saat kami berempat—Rahmat (penulis), Agung Febiyansah yang akrab dipanggil Ian (Kepala PMIK tahun 2024-2025), Dzaky Abdullah yang akrab dipanggil Kidul (Koordinator Biohara), dan Usamah Abu Zaif Al Jundi (Kepala PMIK tahun 2022-2023)— tiba di rumah abangda Muhammad Aditya Wirawan (Kepala PMIK tahun 2017-2018) yang akrab dipanggil bang Adit. Azan Magrib menjadi patokan waktu sampainya kami di rumah bang Adit. Setelah melaksanakan salat Magrib berjamaah, kami mulai berbincang.

Dalam kesempatan silaturrahmi ini, hal pertama yang tak boleh terlewat adalah perkenalan. “Tak kenal maka tak sayang,” begitu kata pepatah. Kami semua memperkenalkan diri kecuali bang Usamah yang sudah lama saling kenal dengan bang Adit. Ian -sebagai Kepala PMIK priode 2024-2025- mendapatkan porsi pertanyaan lebih banyak. Sebagai senior PMIK, tentu bang Adit rindu mendengar kabar PMIK.

Bang Adit juga berbagi beberapa hal penting untuk kami ketahui. Ia menceritakan tentang keadaan PMIK pada masa kepemimpinannya sebagai gambaran yang mungkin saja bisa membantu perihal perencanaan program PMIK pada tahun 2024-2025. Beberapa poin yang beliau sampaikan adalah:

  1. Jadikan Staf PMIK Sebagai Saudara: Bang Adit menjelaskan pentingnya menjalin hubungan kekeluargaan yang erat antara sesama staf PMIK, karena hubungan yang kuat akan mempererat ikatan sehingga tidak mudah putus.
  2. Berikan Banyak Benefit kepada Para Staf: Beliau menyampaikan, “Cinta itu ada dua; Fitri (tanpa sebab, seperti cinta anak kepada ibunya) dan muntasab (adanya sebab).” Dengan menanamkan rasa cinta dan perhatian, semua akan berjalan lancar. Ia memberikan contoh, “Dulu kami merancang acara rihlah ke Qonatir di awal masa jabatan, agar ada momen bersama yang memperkuat ikatan kekeluargaan.”
  3. Kegiatan Kepenulisan: Pada masa kepemimpinannya, kegiatan kepenulisan sangat didorong karena pada waktu itu mencari penulis adalah hal yang mudah.
  4. Diskusi Kitab Berbahasa Arab: Mendalami kitab berbahasa Arab sangat penting karena kitab tersebut merupakan  mashodir sumber rujukan yang sahih, berbeda dengan maroji’ yang hanya menjadi jembatan.
  5. Catatan Harian dan Buku Dokumentasi: Beliau juga menceritakan perihal buku catatan piket harian, buku catatan kumpul Jumat, dan buku catatan per divisi. Buku-buku tersebut merekam semua keluh kesah dan momen setiap acara PMIK. Terkadang, membaca kembali catatan tersebut menjadi hiburan tersendiri bagi ketua ketika para staf piket telah pulang ke rumah masing-masing, karena buku catatan itu bersifat layaknya diary, semua kejadian yang terjadi pada hari itu diceritakan semua secara terus terang.

Silaturrahmi ini benar-benar membuka wawasan dan memberi banyak inspirasi bagi kami. Rasanya, pertemuan seperti ini sangat berharga untuk terus membangun dan memperkuat ikatan kekeluargaan PMIK. Sayangnya, kami lupa memotret momen dalam bentuk foto. Kami sengaja memakai pamflet editan untuk cover tulisan, supaya nyaman dipandang.

Insya Allah tulisan pada kolom Diary PMIK akan memakai laras kebahasaan kreatif layaknya diary, tujuannya untuk menangkap momen menarik yang akan menjadi kenangan bagi keluarga PMIK setelah habisnya masa jabatan kelak.

 

Penulis: Rahmat Shaleh

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.