Deprecated: Optional parameter $panel declared before required parameter $sections is implicitly treated as a required parameter in /home/pmikmesi/public_html/wp-content/themes/diksia/core/customizer/class-customizer.php on line 42
“Ketika Kepintaran Menjadi Ilusi: Menyelami ‘Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya’” – PMIK MESIR
RESENSI BUKU

“Ketika Kepintaran Menjadi Ilusi: Menyelami ‘Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya'”

Judul : Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya

Penulis : Rusdi Mathari

Penerbit : Buku Mojok

Tahun Terbit : 2020

Format : xviii + 226 hlm; 13 x 20 cm

Jenis Buku : Fiksi, Sastra

 

Sebelum bercerita bagaimana pandangan saya saat membaca buku ini, alangkah baiknya saya mengenalkan salah satu tokoh utama dalam buku ini. “Cak Dlahom” begitulah orang-orang memanggilnya. Tidak hanya satu tokoh saja di dalam buku ini, tapi ada beberapa tokoh lain, yaitu Mat Piti, Romlah, dan Bunali. Berangkat dari pandangan saya saat membaca buku “Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya”, saya merasa tertampar dengan kata-kata yang ada dalam buku tersebut.

Buku ini membawa kita untuk melihat kehidupan yang terjadi setiap harinya, khususnya di sekeliling kita. Buku ini juga mengajarkan kita tentang betapa pentingnya menghargai semua orang tanpa harus memilah dan memilih orang-orang yang pantas untuk dihargai. Karena apa? Karena semua kita layak mendapatkan derajat yang sama di mata manusia. Tidak ada manusia yang lebih manusia dari manusia itu sendiri.

Nama “Dlahom” sendiri diambil dari diksi Jawa Timur yang artinya “Agak Bodoh”. Kata “Bodoh” mungkin bisa menjadi kunci atas refleksi Cak Dlahom sendiri mengenai pengetahuan manusia terhadap agama dan Tuhan. Hal ini kiranya yang akan dijumpai pembaca setelah membaca buku ini. Penulis sendiri menekankan kata “Bodoh” tersebut lewat judul yang dipilih untuk diterapkan pada buku ini. Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya (dengan judul kecil kisah sufi dari Madura). Bisa jadi judul itulah gambaran penyakit kita hari ini.  Begitu kata pengantar dari penerbit buku.

Saya berani mengatakan bahwa buku ini sangat Best Seller sekali. Bahkan, sangat direkomendasikan sekali bagi kita semua, terkhusus bagi para sufisme. Buku seperti ini memiliki daya tarik tersendiri untuk dibaca. Satu halaman, dua halaman belum terasa. Tiga halaman mulai terasa sensasi menarik, hingga halaman-halaman lain terbuka, tetap saja tidak ada kata bosan saat membaca buku ini.

Tujuan saya menulis resensi ini tidak lain dan tidak bukan hanyalah untuk memberikan sedikit gambaran kepada calon pembaca, agar para pembaca memiliki gambaran saat membaca buku ini.

“Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya” merupakan jenis buku fiksi (sastra). Buku ini terbit pada tahun 2020, berisi dua judul besar yaitu “Ramadhan Pertama” dan “Ramadhan Kedua” yang mana bulan Ramadhan juga menjadi situasi dalam serial ini. Salah satu alasan saya memilih buku ini untuk di baca, karena buku ini banyak sekali menjawab dari sebuah pertanyaan-pertanyaan yang membuat kita bingung. Buku ini juga menyadarkan kita bahwasanya hidup bukan hanya tentang pintar atau bodoh saja, melainkan tentang bagaimana kita semua menghargai sesama manusia ciptaan Sang Kuasa.

Cak Dlahom yang selalu menjadi pusat perhatian di sebuah desa Madura, sering kali dianggap gila karena tingkahnya yang aneh dan selalu di luar dugaan warga. Tapi ada juga yang menganggap Cak Dlahom ini tidak gila dan berpendapat bahwa apa yang dikatakan Cak Dlahom itu benar.

Pernah pada suatu hari menjelang sahur, Cak Dlahom berlari bolak-balik di jalan kecil di depan masjid membawa obor sambil berteriak “celaka, celaka”. Ia melakukan hal itu bahkan dari sejak habis tarawih hingga selesai shalat subuh. Orang-orang heran dengan apa yang dilakukan Cak Dlahom. Semakin hari semakin ada saja gebrakannya. Kalian tahu apa alasan Cak Dlahom melakukan hal itu? Jawabannya adalah “Cak Dlahom berlari sambil membawa obor maksudnya ingin membakar surga yang diharapkan oleh orang-orang yang beribadah”.

Pada hari sebelumnya ia membawa ember berisi air dan menyiram lantai masjid dengan alasan “ingin menyiram neraka”. Agak rancu bukan ceritanya serta bingung dengan apa maksud dari Cak Dlahom tersebut?

Nah tunggu apalagi? Ayo segera baca buku “Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya”. Bukunya ada di PMIK ya, teman-teman. Langsung datang saja ke PMIK dan pinjam bukunya.

 

Penulis: Dian Safitri

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.