Deprecated: Optional parameter $panel declared before required parameter $sections is implicitly treated as a required parameter in /home/pmikmesi/public_html/wp-content/themes/diksia/core/customizer/class-customizer.php on line 42
Ketika Eksistensi Melawan Sistem: Membaca Perempuan di Titik Nol – PMIK MESIR
RESENSI BUKU

Ketika Eksistensi Melawan Sistem: Membaca Perempuan di Titik Nol

Judul Buku        : Perempuan di Titik Nol (Women at Point Zero)
Penulis                : Nawal el-Saadawi
Jumlah hal         : 176
Penerbit              : Buku Obor
Tahun terbit       : September 2020
Durasi                  : 25 Januari 2025
Genre                   : Fiksi Arab
ISBN                    : 9786024334383
Rate                     : 8.5/10
Tokoh                  : Firdaus, ayah, ibu, paman, suami, germo, pengacara, dokter, wartawan,
Ulasan                 :

Sinopsis

Nawal El-Sadawi melalui penelitiannya di bidang psikiater dan aktivis feminis, ia melakukan sebuah penelitian dengan menemui seorang perempuan yang menerima hukuman mati.  Berbulan-bulan Nawal pulang-pergi ke penjara untuk mencoba berbicara dengan perempuan tersebut. Mula-mulanya, perempuan itu menolak disebabkan trauma yang dialaminya.  Namun, melalui pendekatannya secara bertahap, perempuan itu bersedia angkat bicara menceritakan mengapa ia dipenjara sehingga mendapatkan hukuman mati.

Alur Kisah

Namanya Firdaus, seorang gadis kecil yang sukses menjadi pelacur kelas atas. Mula-mulanya, ia tinggal di pedesaan dengan ibu dan ayahnya. Setelah keduanya meninggal, ia disekolahkan oleh pamannya sampai tamat sekolah menengah di sebuah asrama.

Firdaus dinikahkan dengan seorang Syekh yang sudah berumur oleh pamannya. Sebab, pamannya tidak mampu terus-menerus membiarkan Firdaus numpang dirumahnya. Meski begitu, rumah tangga Firdaus tidak berjalan mulus. Hanya campakan dan kekerasan fisik yang ia dapatkan selama menjalani rumah tangga pertamanya. Nasib malang menyemut pada takdir Firdaus. Terombang-ambing di pinggir jalan bersama koper kecil yang berisikan satu ijazah tanda ia telah menyelesaikan sekolahnya.

Setiap ia menemukan pekerjaan, setiap itu pula ia bertemu dengan berbagai laki-laki dari semua kalangan. Alih-alih berkedok suka sama suka, mereka memberikan tindak asusila terhadap Firdaus. Kehidupan telah banyak mengajarkan hidup dalam keterasingan, sendirian, di bawah naungan kesengsaraan sedari ia kecil. Dari sanalah ia memulai profesinya sebagai pelacur, dengan bayaran paling murah hingga akhirnya menjadi kelas atas dengan bayaran paling mahal. Ia meludahi setiap koran yang ada gambar laki-lakinya. Orang lain mengira bahwa Firdaus mengenal orang yang ada di gambar tersebut, padahal tidak sama sekali.

Firdaus mengetahui semua otak laki-laki yang dicap bajingan. Dan kini, semua laki-laki busuk yang pernah tidur dengannya itu masih hidup dan berkeliaran. Bahkan terpampang manis di koran-koran Mesir dengan kabar janji-janji yang palsu. Bahwa sebenarnya, mereka hanya menyimpan kebohongan besar.

 

 

Penulis: Reenummi
Cairo, 27 Januari 2025
Detik-detik menjelang bertambahnya para deadline.

 

 

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.