Deprecated: Optional parameter $panel declared before required parameter $sections is implicitly treated as a required parameter in /home/pmikmesi/public_html/wp-content/themes/diksia/core/customizer/class-customizer.php on line 42
Janji Revolusi yang Habis Dimakan Babi: Membaca Animal Farm – PMIK MESIR
KARYA TULIS RESENSI BUKU

Janji Revolusi yang Habis Dimakan Babi: Membaca Animal Farm

Judul​​: Animal Farm – Peternakan Binatang
Penulis​​: George Orwell
Penerjemah​​: Prof. Bakdi Soemanto
Penerbit​​: Bentang Pustaka
Tahun Terbit​​: 2015 ( Edisi Indonesia)
Jumlah Halaman​: iv ± 144 halaman
Genre​​​: Fabel, Satir dan Distopia

Sebelum membahas tentang isi buku ini, saya ingin sedikit memberikan informasi, sebenarnya saya terhitung jarang sekali membaca novel terjemahan. Adapun alasan saya memilih untuk membaca buku ini akibat terpengaruhnya saya dari Influence-influence di social media, banyak dari konten influencer itu yang menyarankan dan membahas isi dari buku ini. Dan mereka muncul ketika saya lagi asik-asiknya memantau berita politik negara saya. Oleh karena rasa penasaran yang dipancing para Influencer itu, serta jiwa fomo saya yang tidak dapat saya bendung. maka saya mencoba untuk memulai kembali membaca buku terjemahan. Dimulai dengan buku “ Animal Farm “.

Kembali kita membahas bukunya, buku ini mengisahkan tentang pemberontakan sekelompok hewan di sebuah peternakan di Inggris bernama Peternakan Manor. Didasari oleh meledaknya kebencian mereka atas eksploitasi dan kedzholiman yang diperbuat oleh peternak mereka yaitu pak Jones. Berbekal semangat ideologi kebebasan dan sama rata yang dipimpin oleh dua ekor babi yaitu Snowball dan Napoleon, mereka pun berhasil meruntuhkan tirani rezim pak Jones dan melahirkan sistem peternakan baru yang mereka namai dengan Animal Farm atau Peternakan Binatang.

Pada awal masa pemerintahan binatang setelah pemberontakan, peternakan ini berjalan cukup ideal dan bergerak dengan asas-asas keadilan yang mereka rumuskan. Namun seiring berjalannya waktu pun, kepentingan pribadi pun mulai meracuni sistem peternakan mereka. Intrik dan propaganda mulai digunakan untuk mewujudkan keinginan pribadi si pemimpim Binatang. Sampai akhirnya tidak ada beda antara nasib para Binatang, entah itu ketika masih Bersama pak Jones atau setelah dikuasai oleh para binatang. ​

Buku ini mengangkat tema penyalahgunaan kekuasaan dan korupnya pemerintahan. Penulis ingin menunjukkan bahwa gerakan revolusi yang didasari idealism tinggi bisa saja berubah menjadi sama buruknya dengan keadaan sebelum revolusi, atau bahkan lebih buruk jika sistem itu tidak diawasi dan diserahkan pada salah satu pihak saja.

Buku ini memiliki alur cerita yang sederhana dan runtut, sehingga tidak sulit untuk pembaca memahami keadaan cerita. Gaya Bahasa yang digunakan pun meskipun ini buku terjemahan tetap mudah dipahami seakan buku aslinya adalah buku yang ditulis dengan Bahasa Indonesia. Juga berbagai macam sifat dan karakter dalam setiap tokoh pun turut mewarnai alur cerita ini.

Beberapa nama tokoh yang mungkin akan sering muncul di antaranya adalah:
Napoleon: Seekor babi yang memimpin peternakan Binatang. Penuh intrik politik juga licik
Snowball: Babi cerdas yang inovatif, dan berjiwa patriot
Squeler: Seekor babi yang pandai berbicara tapi penuh tipu daya dan propaganda
Boxer: Seekor kuda yang patuh dan bekerja keras namun tidak pintar, sehingga seringkali sifat patuhnya itu dimanfaatkan oleh pemerintahan napoleon yang korup

Beberapa kelebihan buku ini yang bisa saya dapati:
1. Alurnya yang runtut dan jelas membuat pengalaman membaca lebih seru dan terbawa suasana
2. Bahasa yang digunakan sederhana dan mudah dicerna
3. Buku nya ringan dan tipis, bisa menjadi buku yang habis dalam sekali duduk
4. Makna dan ide yang dibawakan penulis dalam dan relevan dengan keadaan saat ini, di negara manapun dan kapanpun, meskipun sudah berjarak puluhan tahun sejak tulisan aslinya dipublish
5. Sindiran politik dan pesan yang terdapat di dalamnya sangat halus dan tajam, serta mampu menyadarkan pembaca tentang bagaimana propaganda dan intrik politik itu bekerja

Adapun kekurangan yang saya dapati dalam buku ini adalah bagi beberapa orang topik politik apalagi menyangkut hiruk pikuk di dalamnya, adalah topik yang berat. Sehingga mungkin bagi beberapa pembaca butuh waktu lebih untuk menyelesaikan dan menikmati buku ini.

Pesan yang bisa saya ambil dari buku ini adalah kekuasaan tanpa pengawasan hanya mengantarkan pada kehancuran dan perlakuan semena-mena, serta ajang membodoh-bodohi rakyat seenaknya. Sehingga untuk menghindari hal itu, dibutuhkan kesadaran dan kecerdasan rakyat dalam memahami kondisi mereka.

Melihat tema menarik yang diangkatnya, juga gaya unik penulis dalam menyampaikan pesan. Juga melihat fisik buku yang ringan namun memiliki makna dan pesan yang dalam. Cocok dibaca oleh para remaja hingga dewasa, terutama bagi mereka yang tertarik dengan isu politik dan dinamika-dinamika didalamnya.
Buku ini dengan segala kelebihan dan kekurangannya saya berikan rating 8/10.

Penulis : Fadhil Ahmad Al Karimi

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.