Tujuh Kebencian Terhadap Tetangga (Sebuah Resensi)
Judul : Orang-Orang Bloomington
Penulis : Budi Darma
Penerbit : Noura
Tahun Terbit : 2023
Jenis Buku : Kumpulan Cerita Pendek
Buku “Orang-Orang Bloomington” adalah kumpulan cerita pendek yang ditulis oleh Budi Darma. Penikmat sastra Indonesia pasti tak asing dengan nama Budi Darma. Penulis kelahiran Rembang, Jawa Tengah ini termasuk pelopor sastra era 1980-an bersama Putu Wijaya. Budi Darma tak hanya seorang sastrawan, dia juga kritikus sastra dan akademisi Indonesia yang pernah menjabat sebagai guru besar di IKIP Surabaya (sekarang UNESA). Sebagai sastrawan, Budi Darma kaya akan karya-karya dan penghargaan. Bahkan, pada tahun 2022 kumpulan cerpen “Orang-Orang Bloomington” diterbitkan di Amerika oleh Penguin Classic dengan judul People From Bloomington.
Buku ini memiliki tujuh cerita pendek yang unik dengan konflik yang berbeda-beda. Di setiap cerita yang ia tulis memiliki karakter yang sangat unik. Tokoh-tokohnya diceritakan sebagai orang yang hidup dalam kesepian, kesendirian dan kegilaan. Seperti yang terdapat pada cerpen “Joshua Karabish” tokoh utamanya adalah seorang pria yang mempunyai teman penyair berpenyakit aneh. Di cerpen “Keluarga M” diceritakan seorang bujangan yang tinggal di lingkungan orang-orang yang sudah berkeluarga, dia tinggal bersama hiruk-piruknya kenakalan anak-anak mereka.
Penulis cerita pendek ini sangat lihai dalam membangun ketegangan emosi dan psikologis pembaca melalui tokoh yang ia buat. Ia mengusung tema kesepian, terasing dan absurditasnya kehidupan. Cerita yang ia tulis selalu dibumbui humor-humor kecil. Setiap cerpen yang ia gambarkan selalu memiliki masalah yang kompleks, sehingga pembaca ikut merasakan perasaan tokoh yang ia buat.
Dalam buku ini Budi Darma menggunakan sudut pandang narator yang bersikap dingin dan netral, sehingga pembaca dapat merenung dan menafsirkan sendiri makna ceritanya.
Buku ini sangat menarik untuk dibaca karena ini adalah karya sastra yang menceritakan kisah yang sangat relate dengan kehidupan manusia sehari-hari. Budi Darma berhasil membuktikan bahwa perbedaan negara tak menghalanginya untuk menciptakan cerita yang sangat layak dibaca bagi orang di mana pun.
Budi Darma kerap kali menggunakan kalimat yang kasar dalam cerita-ceritanya. Ia juga banyak mendeskripsikan tokohnya dengan kata-kata ejekan. Bahkan, dia menggambarkan tokohnya dengan perlakuan tak terpuji. Sehingga, cerpennya kurang cocok dibaca oleh orang yang berhati lemah lembut nan beretika. Namun, bagi saya di situlah letak jokes Budi Darma. Kasar namun terkadang membuat terbahak-bahak. Selain hal itu, buku ini sangat bagus sekali dan layak dibaca berkali-kali.
Penulis: M. Farhan al-Ghifari

Leave a Reply